Ibrahim
bin Adham (w.162 H), seorang ulama yang terkenal dengan kezuhudan dan
ibadahnya, suatu hari ketika beliau sedang berjalan-jalan di pasar Bashrah,
orang-orang mengerumuninya dan bertanya, "Wahai Abu Ishaq (panggilan Ibrahim bin Adham), sudah sejak lama kami memanjatkan do'a kepada Allah, tetapi mengapa do'a-do'a kami tidak di kabulkan? Padahal Dia telah berfirman dalam kitab-Nya; "Berdo'alah kalian kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan do'a kalian." (QS.Ghoofir : 60).
Abu Ishaq menjawab, "Hal itu dikarenakan hati kalian telah mati dengan sepuluh perkara berikut :
Pertama : Kalian mengenal Allah tetapi tidak menunaikan hak-Nya.
orang-orang mengerumuninya dan bertanya, "Wahai Abu Ishaq (panggilan Ibrahim bin Adham), sudah sejak lama kami memanjatkan do'a kepada Allah, tetapi mengapa do'a-do'a kami tidak di kabulkan? Padahal Dia telah berfirman dalam kitab-Nya; "Berdo'alah kalian kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan do'a kalian." (QS.Ghoofir : 60).
Abu Ishaq menjawab, "Hal itu dikarenakan hati kalian telah mati dengan sepuluh perkara berikut :
Pertama : Kalian mengenal Allah tetapi tidak menunaikan hak-Nya.
Ke-dua
: Kalian mengaku cinta Rasulullah SAW tetapi meninggalkan sunnahnya.
Ke-tiga
: Kalian membaca al-Qur’an tetapi tidak mengamalkan isinya.
Ke-empat
: Kalian memakan nikmat-nikmat Allah SWT tetapi tidak pernah pandai
mensyukurinya.
Ke-lima
: Kalian mengatakan bahwa syaithan itu adalah musuh, tetapi kalian justru mengikuti
langkahnya.
Ke-enam
: Kalian katakan bahwa surga itu adalah haq (benar adanya), tetapi kalian tidak
melakukan amal-amal yang mengantar ke sana..
Ke-tujuh
: Kalian katakan bahwa neraka itu adalah haq (benar adanya), tetapi kalian
tidak lari dari panas siksanya.
Ke-delapan
: Kalian katakan bahwa kematian itu adalah haq (benar adanya), tetapi kalian
tidak mempersiapkan diri ke sana.
Ke-sembilan
: Kalian sibuk mengurusi kekurangan orang lain, tetapi lupa akan kekurangan
diri kalian sendiri.
Ke-sepuluh
: Kalian menguburkan jenazah, akan tetapi tidak mau mengambil pelajaran dari
peristiwa kematian."
(Hilyatu Al-Awliya wa Thabaqat Al-Ashfiya' / Al-Hafizh Abu Nu'aim Ahmad bin Abdillah Al-Ashbahani / Jilid 5 / Hlm 1352 / Penerbit Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, Beirut / 1989 M - 1409 H.)
(Hilyatu Al-Awliya wa Thabaqat Al-Ashfiya' / Al-Hafizh Abu Nu'aim Ahmad bin Abdillah Al-Ashbahani / Jilid 5 / Hlm 1352 / Penerbit Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, Beirut / 1989 M - 1409 H.)