
1. di
datangi 70 malaikat Rahmad, yang Wajahnya Putih bagaikan Matahari Mereka
membawa Kain Kafan dari Surga, Perhiasan ,Hanuth (Minyak Pengawet Mayat) dari
Surga, Mereka datang dari arah Kanan orang yang mengalami Sakratul Maut dari
ahli surga dan duduk di dekatnya
di datangi 70 Malaikat Azab,
yang Wajahnya Hitam pekat, Matanya Merah dan Memakai Pakaian berwarna Hitam,
Mereka membawa berbagai Siksa ,Pakaian dari api Neraka ,Pakaian dari Tembaga
,Belenggu dan Rantai dari Neraka, Mereka datang dari arah Kiri orang yang
mengalami Sakratul Maut dari ahli neraka
dan duduk di dekatnya
2. Di datangi Malaikat Mikail as, dan berkata ; “Wahai fulan bin fulan semoga
keselamatan tercurah padamu, aku adalah malaikat pengurus Rezekimu sudah aku
cari dari belahan bumi barat sampai belahan bumi timur sudah tidak ada lagi
limpahan rezeki bagimu, tidak ada sesuap makanan dan seteguk air lagi bagimu”.
3. Di datangi Malaikat Roqib dari arah kanan si ahli mayit dan menunjukkan catatan
amalannya di dunia dari amalan baiknya, dan ruh tersenyum dan gembira dapat
melihat amal kebaikannya,
Di datangi malaikat Atid dari
arah kiri si ahli mayit dan menunjukkan catatan amalannya di dunia dari amalan
bruknya dari yang terkecil sampai yang terbesar, dari yang di ucapkan sampai
yang di laksanakan, dan ruh sedih dan gemetar hebat melihat amal keburukan dan
dosa yang telah di perbuatnya di dunia,
4. Di datangi para malaikat yang mencabut Ruh ahli mayit mulai ujung kaki sampai
sebatas leher dan tenggorokan. Kemuadian akan di lanjutkan pencabutan nyawa
oleh Malaikat Izroil as, dari leher dan kepala sampai lepas dari tubuh si ahli
mayit.
5. Rasa
sakit dari sakratul maut.
-
Sabda
Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus
pedang” (HR Tirmidzi)
-
Aisyah Ra berkata, “Aku tak percaya
bahwa rasa sakit saat ajal seseorang yang lain lebih ringan daripada rasa sakit
saat kematian Rasulullah scperti yang ku-saksikan.” Rasulullah Saw berdoa, “Ya
Allah Tuhanku, sesungguhnya Engkau mengambil nyawa dari ruas, sendi,
tulang-belulang bahkan dari ujung jari. Ya Allah Tuhanku, mudahkanlah
kematian itu untukku.”Beliau bersabda sesaat menjelang ajalnya, “Rasa
sakit saat kematian datang ibarat ditusuk dengan 300 mata pedang.”
-
Rasulullah SAW Bersabda, “Seringan-ringan rasa sakit saat
kematian sama dengan 700 kali rasa sakit yang disebabkan oleh trisula besi yang
dicabut setelah ditusukkan pada kedua bola mata.”
-
Suatu ketika, Nabi Saw menjenguk
seorang yang sakit lalu bersabda, Aku tahu rasa sakit yang kauderita. Tidak ada
urat yang tak merasakan rasa sakit saat kematian datang.”
-
Musa As berkata, “Kematian
itu seperti seekor Merpati yang hidup kemudian. ia dibakar (digoreng) di atas
pembakarán (penggorengan), ia tak mampu terbang dan juga tak selamat dari rasa
sakit saat mati.”
-
Sabda
Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang Besi panas
berduri yang dimasukkan kedalam mulut sampai ke perut seseorang. Lalu, seorang
lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga besi itupun membawa semua
bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”. (HR
Bukhari)
-
Sabda Rasulullah SAW
:”setiap oang yang sedang sakaratul maut
pasti merasakan rasa
haus teramat sangat sampai hati terasa
terbakar” (HR
Bukhari dan Muslim)
-
Sabda Nabi Idris
AS : "Sakit Sakratul Maut itu Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup
dikuliti"
-
Imam
Ghozali berkata : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam
jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang
sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi,
urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.
-
Ali
Bin Abi Thalib ra berkata : “Seandainya semua air laut di dunia ini di minum
oleh seorang yang mengalami sakratul maut sampai kering air laut itu, sungguh
tidak bisa memuaskan dahaga orang yang mengalami sakratul maut”
-
Rasulullah
bersabda : “Jika rasa sakit
yang seujung rambut
dari rasa sakit yang dialami oleh mayit, diletakkan diatas langit dan bumi, tentu penduduknya
akan mati dengan idzin Allah Ta’ala”.Hal ini disebabkan oleh
tekanan beratnya, karena setiap helai rambut adalah tunduk pada kematian. Dan
seandainya mati menimpa terhadap sesuatu maka sesuatu itu pun akan mati.
-
Di-riwayatkan bahwa apabila setitik
kepedihan mati ditetes-kan pada bukit-bukit di dunia, niscaya akan hancur
bukit-bukit itu.
-
“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi
bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada
kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi
diri kalian sendiri . (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).
-
Syaddad bin Aus berkata, “Mati adalah
bencana yang paling mengerikan di antara semua petaka di dunia ini dan di
akhirat nanti bagi seorang muk-min. Ia lebih menyakitkan daripada badan
dicincang dengan pedang atau gunting atau direbus di dalam kuali. Jika seorang
yang mati bisa bangkit dan memberi tahu kepada penduduk dunia tentang kematian,
maka mereka tidak akan mengambil suatu manfaat pun dari kehidupan dunia dan
tidak akan pernah dapat tidur barang sejenak pun.”
6. Datangnya
para Setan untuk menggoda si ahli mayit untuk menhancurkan akidahnya.
7. Cara
setan menggoda ahli mayit yang semasa hidupnya dunia yang mengumpulkannya.
-
1. Godaan Harta
Akan datang Syaitan dengan banyaknya dengan membawa emas, perak, mutiara, zamrud dan uang yang melimpah takterhitung jumblahnya. serta sebagai makanan dan minuman yang lazat-lazat.
Akan datang Syaitan dengan banyaknya dengan membawa emas, perak, mutiara, zamrud dan uang yang melimpah takterhitung jumblahnya. serta sebagai makanan dan minuman yang lazat-lazat.
disebabkan orang yang di dalam
sakaratul maut itu di masa hidupnya sangat tamak dan rakus kepada barang-barang
tersebut, maka diraba dan disentuhnya barangan Syaitan itu, di waktu itu
nyawanya putus dari tubuh. Inilah yang dikatakan mati yang lalai dan lupa
kepada Allah s.w.t. inilah jenis mati fasik dan munafik, ke nerakalah
tempatnya.
-
2. Godaan bagi yang mengabaikan Allah
dan Rasulnya
Akan datang Syaitan kepada orang yang didalam sakaratul maut itu merupakan diri sebagai rupa binatang yang di takuti seperti, Harimau, Singa, Ular dan Kalajengking yang berbisa yang tak terhitung jumblahnya. Sehingga si ahli mayit tidak bisa mengucapkan shadat dengan mengingat ALLAH dan Rasulnya..
Maka seketika itu juga akan putuslah nyawa itu dari badannya, maka matinya itu disebut sebagai mati lalai dan mati dalam keadaan lupa kepada Allah s.w.t., matinya itu sebagai Fasik dan Munafik dan ke nerakalah tempatnya.
Akan datang Syaitan kepada orang yang didalam sakaratul maut itu merupakan diri sebagai rupa binatang yang di takuti seperti, Harimau, Singa, Ular dan Kalajengking yang berbisa yang tak terhitung jumblahnya. Sehingga si ahli mayit tidak bisa mengucapkan shadat dengan mengingat ALLAH dan Rasulnya..
Maka seketika itu juga akan putuslah nyawa itu dari badannya, maka matinya itu disebut sebagai mati lalai dan mati dalam keadaan lupa kepada Allah s.w.t., matinya itu sebagai Fasik dan Munafik dan ke nerakalah tempatnya.
-
3. Godaan kesenangan duniawi
Akan datang Syaitan mengacau dan memperdayakan orang yang di dalam sakaratul maut itu dengan merupakan dirinya kepada binatang yang menjadi minat kepada orang yang hendak mati itu,
Akan datang Syaitan mengacau dan memperdayakan orang yang di dalam sakaratul maut itu dengan merupakan dirinya kepada binatang yang menjadi minat kepada orang yang hendak mati itu,
kalau orang yang hendak mati itu
berminat kepada burung, maka dirupai dengan burung, dan jika dia minat dengan
Kuda pacuan untuk berjudi, maka dirupakan dengan Kuda lumba (judi). Jika dia
minat dengan dengan ayam sabung, maka dirupakan dengan ayam sabung yang gagah. kalau
orang yang hendak mati itu berminat kepada permainan-permainan duniawi maka
datanglah setan dalam wujut teman-teman sepermainannya yang mengajaknya untuk
bermain (judi,catur,minum khamer,game=segala jenis kesenangan rutinitas yang
menyebabkan lupa akan kewajiban beribadah)
Apabila tangan orang yang hendak
mati itu meraba-raba kepada binatang kesayangan itu dan waktu tengah
meraba-raba itu dia pun mati, maka matinya itu di dalam golongan yang lalai dan
lupa kepada Allah s.w.t.. Matinya itu mati Fasik dan Munafik, maka nerakalah
tempatnya.
-
4. Godaan keburukan sesama manusia
Akan datang Syaitan merupakan dirinya sebagai rupa yang paling dibenci oleh orang yang akan mati, seperti musuhnya ketika hidupnya dahulu maka orang yang di dalam sakaratul maut itu akan menggerakkan dirinya untuk melakukan sesuatu kepada musuh yang dibencinya itu. Maka sewaktu itulah maut pun datang dan matilah ia sebagai mati Fasik dan Munafik, dan nerakalah tempatnya
Akan datang Syaitan merupakan dirinya sebagai rupa yang paling dibenci oleh orang yang akan mati, seperti musuhnya ketika hidupnya dahulu maka orang yang di dalam sakaratul maut itu akan menggerakkan dirinya untuk melakukan sesuatu kepada musuh yang dibencinya itu. Maka sewaktu itulah maut pun datang dan matilah ia sebagai mati Fasik dan Munafik, dan nerakalah tempatnya
-
5. Godaan Sahwat.
Akan datang Syaitan merupakan dirinya sebagai rupa Wanita-wanita yang sangat cantik yang berpakaian sangat indah yang kelihatan bagian-bagian dari aurotnya dan berminyak wangi harum yang sangat memikat, seperti perbuatan si ahli mayit ketika di dunia suka mengumbar hawa nafsunya denganbermain wanita-wanita yang tidak halal. maka orang yang di dalam sakaratul maut itu akan menggerakkan dirinya untuk menuju wanita-wanita itu. Maka sewaktu itulah maut pun datang dan matilah ia sebagai mati Fasik dan Munafik, dan nerakalah tempatnya
Akan datang Syaitan merupakan dirinya sebagai rupa Wanita-wanita yang sangat cantik yang berpakaian sangat indah yang kelihatan bagian-bagian dari aurotnya dan berminyak wangi harum yang sangat memikat, seperti perbuatan si ahli mayit ketika di dunia suka mengumbar hawa nafsunya denganbermain wanita-wanita yang tidak halal. maka orang yang di dalam sakaratul maut itu akan menggerakkan dirinya untuk menuju wanita-wanita itu. Maka sewaktu itulah maut pun datang dan matilah ia sebagai mati Fasik dan Munafik, dan nerakalah tempatnya
-
6. Godaan Munafik.
Akan datang Syaitan merupakan dirinya dengan rupa orang tuanya, sanak-saudara dan sahabatnya yang telah meniggal lebih dulu, seperi ayah ibunya dengan membawa minuman, sedangkan orang yang di dalam sakaratul maut itu sangat mengharapkan minuman untuk melepaskan dahaganya dari rasa sakit sakratul maut. lalu dia pun menghulurkan tangannya untuk mengambil minuman yang dibawa oleh si ayah dan si ibu yang dirupai oleh Syaitan, sambil memberikan ajakan berpindah agama dan mendustakan Muhammad dan ALLAH sebagai thuan
Setan berkata dengan berbagai rayuan yang antara lain :
Akan datang Syaitan merupakan dirinya dengan rupa orang tuanya, sanak-saudara dan sahabatnya yang telah meniggal lebih dulu, seperi ayah ibunya dengan membawa minuman, sedangkan orang yang di dalam sakaratul maut itu sangat mengharapkan minuman untuk melepaskan dahaganya dari rasa sakit sakratul maut. lalu dia pun menghulurkan tangannya untuk mengambil minuman yang dibawa oleh si ayah dan si ibu yang dirupai oleh Syaitan, sambil memberikan ajakan berpindah agama dan mendustakan Muhammad dan ALLAH sebagai thuan
Setan berkata dengan berbagai rayuan yang antara lain :
“Wahai anakku inilah minuman yang menyegarkan
yang kami bawakan untukmu dan berjanjilah bahawa engkau akan menurut kami dan
menyembah Tuhan yang kami sembah, supaya kita tidak lagi bercerai dan marilah
bersama kami masuk ke dalam syurga.”?
"
Tinggalkan agama Islam dan katakan bahwa tuhan itu mempunyai anak"?
"
Katakan bahwa tidak ada yang menciptakan alam semesta dan pasti aku berikan air
ini kepada mu".?
"Katakan
aku mendustakan Nabi Muhammad SAW serta sunnah-sunnahnya maka aku berikan air
yang segar ini kepadamu"?
“katakanlah
bahwa Rasulullah itu seorang pendusta”?
"katakan
bahwa Isa as adalah anak Allah"?
“Katakanlah
bahwa Muhammad sebagai nabi terakhir adalah dusta kecuali nabi-nabi dari
yahudi”?
“katakanlah
bahwa tidak ada ajaran yang benar selain Yahudi ”?
Maka jika si mayit sudi mengikut ajakan rayuan setan dengan tanpa berfikir lagi, ketika itu waktu matinya pun sampai maka matilah dia di dalam keadaan kafir, kekal ia di dalam neraka dan terhapuslah semua amal kebajikan semasa hidupnya.
Maka jika si mayit sudi mengikut ajakan rayuan setan dengan tanpa berfikir lagi, ketika itu waktu matinya pun sampai maka matilah dia di dalam keadaan kafir, kekal ia di dalam neraka dan terhapuslah semua amal kebajikan semasa hidupnya.
-
7. Godaan kemunafikan dan kesirikan.
Akan datanglah Syaitan merupakan dirinya sebagai ulamak-ulamak yang membawa banyak kitab-kitab, lalu berkata ia:
Akan datanglah Syaitan merupakan dirinya sebagai ulamak-ulamak yang membawa banyak kitab-kitab, lalu berkata ia:
“Wahai muridku, lamalah sudah kami
menunggu mu, rupanya kamu sedang sakit di sini, oleh karena itu kami bawakan
kepada kamu Air untukmu.”
Lalu diminumnya Air, itu maka
hilanglah rasa penyakit itu, kemudian sakit itu datang kembali.
Lalu datanglah pula Syaitan yang menyerupai ulamak dengan berkata:
Lalu datanglah pula Syaitan yang menyerupai ulamak dengan berkata:
“Kali ini kami datang lagi kepadamu
untuk memberi nasihat agar kamu mati didalam keadaan baik, tahukah kamu
bagaimana hakikat Allah?”
Berkata orang yang sedang dalam sakaratul maut: “Aku tidak tahu.”
Berkata ulamak Syaitan: “Ketahuilah, aku ini adalah seorang ulamak yang tinggi dan hebat, baru saja kembali dari alam Barzah dan telah mendapat syurga yang tinggi. Cubalah kamu lihat syurga yang telah disediakan untukmu, kalau kamu hendak mengetahui Zat Allah s.w.t. hendaklah kamu patuh kepada kami.”
Ketika itu orang yang dalam sakaratul maut itu pun memandang ke kanan dan ke kiri, dan dilihatnya sanak-saudaranya semuanya berada di dalam kesenangan syurga, (syurga palsu yang dibentangkan oleh Syaitan bagi tujuan mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut). Kemudian orang yang sedang dalam sakaratul maut itu bertanya kepada ulamak palsu: “Bagaimanakah Zat Allah?”
Lalu berkata ulamak palsu: “Tunggu, sebentar lagi dinding dan tirai akan dibuka kepadamu. “
Apabila tirai dibuka selapis demi selapis tirai yang berwarna warni itu, maka orang yang dalam sakaratul maut itu pun dapat melihat satu wujud (serupa mahluk dan berhala yang disembah manusia) Berkata Syaitan: “Itulah dia Zat Allah yang patut kita sembah.”
Sedangkan Zat Allah tidak menyerupai makhluk, sempurna Maha Suci Dia dari segala sifat kekurangan. apabila ia tertipu bujuk rayu setan maka Malaikat Maut pun datang mencabut nyawanya, maka matilah orang itu di dalam keadaan dikatakan kafir dan kekal di dalam neraka dan terhapuslah segala amalan baik selama hidupnya di dunia
Berkata orang yang sedang dalam sakaratul maut: “Aku tidak tahu.”
Berkata ulamak Syaitan: “Ketahuilah, aku ini adalah seorang ulamak yang tinggi dan hebat, baru saja kembali dari alam Barzah dan telah mendapat syurga yang tinggi. Cubalah kamu lihat syurga yang telah disediakan untukmu, kalau kamu hendak mengetahui Zat Allah s.w.t. hendaklah kamu patuh kepada kami.”
Ketika itu orang yang dalam sakaratul maut itu pun memandang ke kanan dan ke kiri, dan dilihatnya sanak-saudaranya semuanya berada di dalam kesenangan syurga, (syurga palsu yang dibentangkan oleh Syaitan bagi tujuan mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut). Kemudian orang yang sedang dalam sakaratul maut itu bertanya kepada ulamak palsu: “Bagaimanakah Zat Allah?”
Lalu berkata ulamak palsu: “Tunggu, sebentar lagi dinding dan tirai akan dibuka kepadamu. “
Apabila tirai dibuka selapis demi selapis tirai yang berwarna warni itu, maka orang yang dalam sakaratul maut itu pun dapat melihat satu wujud (serupa mahluk dan berhala yang disembah manusia) Berkata Syaitan: “Itulah dia Zat Allah yang patut kita sembah.”
Sedangkan Zat Allah tidak menyerupai makhluk, sempurna Maha Suci Dia dari segala sifat kekurangan. apabila ia tertipu bujuk rayu setan maka Malaikat Maut pun datang mencabut nyawanya, maka matilah orang itu di dalam keadaan dikatakan kafir dan kekal di dalam neraka dan terhapuslah segala amalan baik selama hidupnya di dunia
-
8. Godaan penyimpangan Akidah
Rombongan Syaitan terdiri dari 72 barisan dan merayunya untuk memilih salah satu dari 72 golongan.
Rombongan Syaitan terdiri dari 72 barisan dan merayunya untuk memilih salah satu dari 72 golongan.
sesuai sabda Muhammad s.a.w. bahawa
umat Muhammad akan terbahagi pada 73 golongan (barisan). Satu golongan saja
yang benar (ahli sunnah waljamaah) 72 lagi masuk ke neraka kerana sesat.
Ketahuilah bahawa Syaitan itu akan mengacau dan mengganggu anak Adam dengan 72 macam waktu manusia sakaratul maut. Oleh itu hendaklah kita mengajarkan kepada orang yang hampir meninggal dunia akan talkin Laa Ilaaha Illallah untuk menyelamatkan dirinya dari gangguan Syaitan dan Iblis yang akan berusaha bersungguh-sungguh mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut.
Bersesuaian dengan sebuah hadith yang bermaksud: “Ajarkan oleh kamu (orang yang masih hidup) kepada orang yang hampir mati itu: Laa Ilaaha Illallah.”
Ketahuilah bahawa Syaitan itu akan mengacau dan mengganggu anak Adam dengan 72 macam waktu manusia sakaratul maut. Oleh itu hendaklah kita mengajarkan kepada orang yang hampir meninggal dunia akan talkin Laa Ilaaha Illallah untuk menyelamatkan dirinya dari gangguan Syaitan dan Iblis yang akan berusaha bersungguh-sungguh mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut.
Bersesuaian dengan sebuah hadith yang bermaksud: “Ajarkan oleh kamu (orang yang masih hidup) kepada orang yang hampir mati itu: Laa Ilaaha Illallah.”
8. datangnya pertolongan Malaikat Jibril yang mengusir setan dan menuntun ahli
mayit calon surga untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.
9. Tertutupnya pintu taubat, malaikat Izrail datang
dan mencabut Ruh dari leher dan kepala sampai lepas dari jasandnya.
10. Panggilan Allah terhadap jasad dan Salam
perpisahan antar angota badan,
apabila seorang hamba
sudah sampai pada Naza’, maka
terdengarlah penyeru dari sisi
Allah Ta’ala. Tinggalkan Ia supaya beristirahat. Demikian pula jika ruh itu sampai kedua lutut dan pusar. Dan
jika sudah sampai pada kerongkongan, maka datanglah panggilan : Tinggalkanlah Ia sampai anggota-anggota badan
itu minta idzin berpisah dengan anggota badan lainnya. Maka, mata yang kanan minta idzin dengan mata yang kirinya, Tangan
kanan dangan tangan kiri, kaki kanan dengan kaki kirinya,
sambil mengucapkan
salam : “Assalamu ‘alaykum ilaa yawmil
Qiyaamahti”
“Keselamatan semoga tetap bagimu
sampai hari kiamat”
11. Salam perpisahan antara jasad dan ruh
12. di bentangkannya sayap kanan malaikat
jibril yang seluas angakasa di atas ahli mayit calon surga sehingga ia bisa melihat tempatnya di
surga
di bentangkannya sayap kiri
malaikat jibril yang seluas angakasa di atas ahli mayit calon neraka sehingga ia bisa melihat
tempatnya di Neraka
13. “Ruh seorang mukmin
akan keluar dari jasadnya, seperti
keluarnya rambut dari adonan tepung”.
malaikat-malaikat mencabut nyawa orang-orang yang ahli neraka seraya memukul
muka dan belakang mereka serta berkata, "Rasakanlah olehmu siksa neraka
yang membakar." (QS. Al-Anfal {8} : 50).
14. Panggilan dari langit ketika ruh keluar dari tubuh.
Ruh sudah terpisah dengan tubuh, maka Ia dipanggil dari langit dengan tiga
kali jeritan :
- Wahai anak Adam ! Apakah engkau meninggalkan
dunia, ataukah dunia meninggalkan engkau ?
- Apakah engkau mengumpulkan dunia, ataukah dunia mengumpulkan engkau ?
- Apakah engkau mematikan
dunia, ataukah dunia
mematikan engkau ?
15. Ruh ahli surga di bawa oleh 70 malaikat rahmad untuk dilaporka sampai langit ke
7, keluar bau yang harum dari Ruhnya, semua Mahluk ciptaan ALLAH yang
melihatnya (kecuali Jin dan manusia) memujinya dan mendoakan untuk
kesalamatannya.
Ruh ahli Neraka di bawa oleh 70
malaikat Azab untuk dilaporka sampai langit ke 7, tapi para malaikat di langit ke satu sampai
ke 7 melarangnya masuk dan mengusirnya. Turun perintah ALLAH untuk mencatatnya
di Neraka Sijien atau mulutnya neraka jahanam. Ruhnya di siksa sepanjang
perjalanan. keluar bau yang sangat busuk dari Ruhnya, semua Mahluk ciptaan
ALLAH yang melihatnya (kecuali Jin dan manusia) melaknatnya dan mendoakan
keburukan untuknya.
16. Di kembalikannya Ruh ke dunia untuk melihat jasadnya, Keluarganya dan
kerabatnya yang bertakziyah
17. Panggilan dari langit ketika mayat diletakkan ditempat untuk dimandikan,
- Wahai anak Adam ! Manakah tubuhmu
yang kuat itu ? Mengapa
sekarang engkau menjadi
lemah / tidak berdaya ?
- Manakah lisanmu yang
lantang dulu ? Apakah yang
menyebabkan engkau diam ?
- Manakah semua kekasihmu itu ? Mengapa sekarang Ia mengasingkan engkau ?
18. Pesan Ruh terhadap orang yang
memandikan jasadnya
-
Wahai fulan bin
fulan jangan kau mandikan aku dengan air yang terlalu dingin atau air yang
terlalu panas sesungguhnya kulit ku telah hangngus terbakar akibat panasnya
sakratul maut
19. Panggilan dari langit Jika
mayat sudah didalam kafan,
- Wahai anak
Adam ! Engkau akan pergi
ketempat yang jauh,
dengan tanpa bekal.
- Engkau akan
keluar dari rumah
engkau, dan tidak akan
kembali lagi.
- Engkau akan naik
kuda dan tidak
akan naik seperti
itu lagi selama-lamanya. Engkau
akna menjadi penghuni
rumah yang penuh
kepedihan.
20. Pesan Ruh terhadap orang yang
mengkafani Jasadnya.
-
Wahai fulan bin
Fulan jangan engkau ikat tubuhku dalam kain kafan hingga terlalu kencang,
sesungguhnya tulang-tulangku telah hancur akibat kerasnya sakratul Maut.
21. Panggilan dari langit Ketika
mayat itu dipikul diatas usungan,
-
Wahai anak Adam !
Sungguh bahagia jika
engkau orang yang
bertaubat.
-
Sungguh beruntug engkau,
jika amal engkau
baik.
-
Sungguh beruntung engkau,
jika teman engkau
itu kerelaan Allah Ta’ala. Dan amat celaka engkau, jika
teman engkau kutukan Allah Ta’ala.
22. Perkataan Ruh ketika di pikul saudara
kerabatnya
“Apabila
pengurusan jenazah telah selesai dan bila ia sedang dipikul orang banyak (ke
kubur), maka bilamana ia adalah jenazah orang yang saleh, ia akan berkata:
‘Segerakanlah aku, segerakanlah aku ke kubur’. Tetapi bilamana ia bukan seorang
yang saleh, ia akan berkata: ‘Celaka aku! Ke mana kalian akan membawaku
pergi’?” (HR. Bukhari dan Nasa’i).
23. Panggilan dari langit Ketika
mayat diletakkan untuk disembahyangkan,
-
Wahai anak Adam !
Semua perbuatan yang
telah engkau kerjakan akan engkau ketahui. Jika
amal engkau baik,
maka engkau melihat baik.
Jika buruk engkau akan melihat buruk.
24. Panggilan dari langit ketika
mayat sudah diletakkan ditepi kubur,
-
Wahai anak Adam ! Apakah persiapan engkau didunia untuk rumah yang sempit
ini ?
-
Kekayaan apa yang engkau persiapan untuk kefakiran ini ?
-
Cahaya apakah yang engkau
persiapankan untuk menghadapi
tempat yang gelap ini ?
25. Panggilan dari langit ketika
mayat sudah diletakan diliang lahat,
-
Wahai anak Adam ! Ketika engkau berada dipunggungku dulu engkau bersenda
gurau, sekarang engkau berada diperutku menangis.
-
Dulu engkau berada dipunggungku
bersuka ria, sekarang berada diperutku menjadi susah dan duka cita.
-
Dulu engkau diatas punggungku bisa berbicara, sekarang engkau berada
diperutku menjadi diam.
26. Panggilan dari langit Ketika manusia / penta’ziah pergi
/ meninggalkan mayat yang sudah dikuburkan itu, maka Allah Ta’ala,
berfirman : “Wahai hambaku, sekarang engkau
dalam keadaan terpencil
sendirian, mereka telah pergi
dan meninggalkan engkau dalam
kegelapan kubur. Padahal kamu telah
berbuat ma’siaht dalam
kehidupanmu, karena kepentingan
{isteri dan anak}. Namun Aku amat
kasian kepada engkau. Pada hari
ini akan Aku rahmati engkau dengan sesuatu
yang mengagumkan seluruh makhluq
dan Aku lebih kasihan kepadamu,
melebihi kasih sayang ibu kepada anaknya.